Postingan kali ini akan membahas mengenai cara simple menanam Sawi putih:
A. Cara
Menanam Sawi Putih
a. Penyemaian benih:
Media semai :
campuran tanah dan pupuk kandang / kompos.
Tempat persemaian Femaian : tray atau polybag
kecil mudah diawasi dan jauh dari gangguan binatang peliharaan, seperti ayam,
anjing dan kucing. Sehari sebelum
penanaman benih, siram media semai di bumbungan hingga lembap (sampai di dasar
bumbungan).
Semai 1-2 benih kedalam tray atau polybag kecil
Penyiraman dilakukan pagi dan sore hari dengan sprayer,
penyemaian diletakkan ditempat yang ternaungi. Tapi sebisa mungkin ketika ada
terik matahari tanaman bisa terkena sinar matahari, naungan berfungsi untuk
menghidari tetesan air hujan.
b.
Perawatan
Semaian
Setelah
berkecambah, Jika ditemukan serangan penyakit berupa bercak basah dipangkal
batang yang menyebabkan bibit rebah, semprotkan fungisida benlate dengan dosis
1 g/liter air. Tanam bibit di lahan (transplanting) setelah berdaun sejati 2
lembar (umur 18-20 hari).
c. Persiapan lahan
Gemburkan tanah yang mau dijadikan lahan, campur
dengan pupuk kandang sebagai pupuk dasar.
d. Pindah
Tanam
Pindah tanam dilakukan setelah bibit berusia
sebulan atau telah mempunyai 4-5 helai daun. Hilangkan akar alang-alang dan
rerumputan supaya akar-akar tanaman sayuran dapat tumbuh dengan bebas tanpa
persaingan dan perebutan unsur hara dengan gulma.
Apabila
ditanam di polybag ukuran yang baik a dalah 35 cm x 35 cm / 30 cm x 30 cm , pindahkan satu tanaman
kedalam satu polybag. Apabila ditanam di tanah/halaman langsung maka jarak
tanamnya adalah 50 cm x 60 cm. waktu tanam terbaik adalah pada sore hari. Pilih
bibit yang sehat dan subur. Siram tanaman dengan air sebasah mungkin.
Jika ada tanaman yang mati, segera ganti dengan bibit yang baru