Selasa, 29 Juli 2014

Postingan kali ini akan membahas mengenai cara simple menanam Sawi putih:



A.     Cara Menanam Sawi Putih
a.             Penyemaian benih:
Media semai       : campuran tanah dan pupuk kandang / kompos.
Tempat persemaian Femaian : tray atau polybag kecil mudah diawasi dan jauh dari gangguan binatang peliharaan, seperti ayam, anjing dan  kucing. Sehari sebelum penanaman benih, siram media semai di bumbungan hingga lembap (sampai di dasar bumbungan). 
Semai 1-2 benih kedalam tray atau polybag kecil
Penyiraman dilakukan pagi dan sore hari dengan sprayer, penyemaian diletakkan ditempat yang ternaungi. Tapi sebisa mungkin ketika ada terik matahari tanaman bisa terkena sinar matahari, naungan berfungsi untuk menghidari tetesan air hujan.

b.                        Perawatan Semaian
Setelah berkecambah, Jika ditemukan serangan penyakit berupa bercak basah dipangkal batang yang menyebabkan bibit rebah, semprotkan fungisida benlate dengan dosis 1 g/liter air.  Tanam bibit di lahan (transplanting) setelah berdaun sejati 2 lembar (umur 18-20 hari).

c.           Persiapan  lahan
Gemburkan tanah yang mau dijadikan lahan, campur dengan pupuk kandang sebagai pupuk dasar.

d.                        Pindah Tanam
Pindah tanam dilakukan setelah bibit berusia sebulan atau telah mempunyai 4-5 helai daun. Hilangkan akar alang-alang dan rerumputan supaya akar-akar tanaman sayuran dapat tumbuh dengan bebas tanpa persaingan dan perebutan unsur hara dengan gulma.
Apabila ditanam di polybag ukuran  yang  baik a dalah 35 cm x 35 cm / 30 cm x 30 cm , pindahkan satu tanaman kedalam satu polybag. Apabila ditanam di tanah/halaman langsung maka jarak tanamnya adalah 50 cm x 60 cm. waktu tanam terbaik adalah pada sore hari. Pilih bibit yang sehat dan subur.  Siram tanaman dengan air sebasah mungkin. Jika ada tanaman yang mati, segera ganti dengan bibit yang baru